Film indie
Dunia perfilman dikatakan sebagai dunia glamour karna biaya pembuatan film memerlukan biaya yang sangatlah tidak sedikit. Beberapa orang berpendapat bahwa hobi akan film sangatlah mahal. Akan tetapi bagaimanakah dengan keberadaan film indie yang merupakan film kreatif berdurasi pendek Memang jika di bandingkan dengan film bioskop atau film yang besar film indie memang tidak mengeluarkan dana sebesar itu akan tetapi di film indie adalah bagaimana caranya untuk mengemas suatu ide yang sederhana akan tetapi dapat memunculkan kreatifitas dan kesan yang dalam serta membumi di setiap pemirsanya.Maka tidak heran jika banyak orang yang menyukai akan film indie dan memunculkan orang-orang yang kreatif sehinga banyak sekali komunitas-komunitas film indie pada saat sekarang ini . kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang memang menyukai dunia sinematografi. film indie memang sebuah film yang memiliki durasi yang pendek akan tetapi seni kreativitas lah yang membuat film ini memiliki banyak pencita. Pada awalnya keberadaan film indie kurang di minati akan tetapi seiring dengan perkembangan dunia perfilman sekarang ini film indie berkembang sangat cepat di antara pencinta-pencintanyapun mendirikan kelompok-kelompok atau sebuah komunitas film indie di kota-kota mereka. Banyak di antaranya pun melakukan regrutmen angota baru sehinga lama kelamaan keberadaan film indie tidak asing lagi di telinga masarakat umum. Mereka kadang kali melakukan suatu pertemuan dengan komunitas film indie yang lain dengan cara workshop, pemutaran-pemutaran, sharing tentang film mereka sendiri dengan tujuan mendapatkan informasi-informasi baru dari komunitas film indie yang lain, sehinga dapat memajukan perkembangan film indie.
Beberapa pendapat tentang film indie pun sangat beragam oleh kalangan akademisi dan seniman film Institut Kesenian Jakarta (IKJ),menyebutkan film independen memang lebih banyak disebut sebagai film pendek. Nama tentang film indie memang beragam. Ada orang menyebut film indie, independen, dan juga film pendek. Bahkan kalangan seniman film Yogyakarta film semacam ini (indie)disebut sebagai film ‘wayang’. Memang sangat bayak orang berpendapat tentang film indie mengingat bayaknya akan pencita film ini. Film indie memang belum menjadi film yang di cintai semua orang dan jarang di tampilkan di bioskop ,akan tetapi jika di amati sangat bayak film independent kita yang sudah berjaya di luar negri,seperti; film Revolusi Harapan karya Nanang istiabudhi yang mendapatkan Gold Medal untuk kategori Amateur dalam The 39th Brno Sexten International Competition of Non-Comercial Featur and Video di Republik Cekoslovakia (1998). Juga film Novi garapan Asep Kusdinar masuk nominasi dalam Festival Film Henry Langlois, Perancis (1998). Dalam Singapore Internasional Film Festival (1999), lima film pendek Indonesia ikut berlaga, yakni film Novi karya Asep Kusdinar, Jakarta 468 karya Ari Ibnuhajar, Sebuah Lagu garapan Eric Gunawan, Revolusi Harapan kreasi Nanang Istiabudhi, dan Bawa Aku Pulang buah karya Lono Abdul Hamid. Selanjutnya, di beberapa kota muncul juga lembaga sejenis yang sama-sama menggunakan idependent, seperti Bandung Independent Film dan Komunitas Film Yogyakarta. Juga semakin bergairahnya Kine Klub di kampus-kampus. Film indie mengacu kepada kemandirian yang berpacu pada kebebasan , Kebebasan dalam berkarya . kebebasan dalam film indie dapat di artikan bahwa film indie memberikan kebebasan bagi pembuatnya dalam mengimplementasikan keinginan ,skill ataupun konsepnya sediri terlepas dari pihak lain tanpa adanya embel-embel yang berupa titipan ataupun tuntutan dari pihak lain. Dari produser ataupun atasan- atasan yang lain seperti halnya tuntutan seponsor , pasar dan yang lainya. Film indie lahir benar-benar menampilkan orisinilitas dari pebuatnya tanpa adanya keterkaitan dari pihak yang lain. Film idie merupakan sebuah tawaran bagi seniman film untuk menampilkan idenya sendiri dengan bebas dan ekspresif tanpa adanya kontaminasi tuntutan ataupun titipan pihak lain. Seniman yang dimaksud dapat berkarya dengan penuh emosi dan memaksimalkan buah pemikirannya sendiri. Sehingga dapat memunculkan seni kreatifitas yang murni dari pemikiran sang penciptanya. Aspek kepuasan dalam berkarya adalah hal yang diutamakan maka dalam film indie kebebasan ide mutlak menjadi salah satu tuntutan yang harus dipenuhi. Sehingga seorang seniman film benar-benar bisa merasakan bagaimana film indie bisa menjadi sebuah tontonan suatu karya seni yang mempunyai cita rasa tingi dan tentunya murni.