Rabu, 03 Juni 2009

Kameramen



Departemen Kamera

Padasarnya departemen kamera ini di kepalai olih seorang DOP director of photography DOP berangotakan juru kamera dan tentunya chif ligting atau gaffer dan asistenya .tugas dari seorang director of photography adalah sebagai penata fotografi yang menyusun seperti daftar yang di gunakan di kamera dan lighting sejatinya kerja seorang director of photography menentukan dan megupayakan kualitas terbaik dari gambar yang di rekam.

Berikut ini beberapa tips menjadi seorang kameraman
Yang pertama harus di lakukan olih kameraman pemula yaitu pelajari funsi-fungsi kamera
Ketahui tentang aturan White Balance : Prosedur untuk mengkoreksi warna gambar dari kamera dengan mengubah sensitivitas CCD ke dalam spektrum cahaya. Umumnya prosedur ini menggunakan cahaya putih sebagai dasar.
Rekamlah selama 10 detik gambar kosong / color bar untuk memberi batas sehingga mempermudah pencarian gambar ketika editing
Belajarlah edit di kamera karna itu akan mempermudah proses editing dan gambar yang di rekam merupakan poin-poin dari gambar yang di rekam
Pahami tentang posisi kamera atau kamera angle
Diamlah ketika mengambil gambar karena audio membuat video menjadi tiga dimensi dan kamu membutuhkan suara suasana sekitar
Pelajari komposisi yang masuk di dalam sebuah gambar kamera atau sering di sebut sebagai mise en scene yaitu segala aspek yang berada di depan kamera yang akan di ambil gambarnya ,yakni seting ,tata cahaya ,kostum dan tata rias wajah, serta pergerakan kamera.
Pelajari tentang frame atau bingkai batas wilayah gambar yang di tangkap olih kamera
Merekamlah dalam sequence : wide shoot,medium,detail,variatif angle
Selalu gunakan tripod ketika merekam subyek yang diam
Gunakan mono pod jika objek susah di jangkau
Pelajari pengunaan doly,jim,creen,monopod,tripod.
Jangan malas dekatilah obyek ketika mengambil gambar, minimalis zoom in karena gambar akan labil dan goyang
Rubahlah angle dan perspektif seindah mungkin. Jangan perlakukan kamera seperti mata kita
Tebarlah pandangan jangan lengah waspadai setiap momen dan selau waspada di setiap keadaan apapun.
Untuk mendapat Depth Of Field yang sempurna, maksimalkan zoom in dan mainkan focus
Jangan mengulang gambar dengan obyek,komposisi dan angle yang sama.
Jangan melanggar garis imajiner / directional line. Bila hal ini dilakukan, maka gambar akan terkesan tabrakan atau bolak – balik, atau disebut juga jump shot
Perhatikan head room, ruang yang cukup di bagian atas kepala
Semua gambar yang kita rekam harus memiliki motivasi dan informasi
Perhatikan continuity, kesinambungan jalan cerita jangan sampai ada yang hilang, sehingga alur ceritanya utuh .
Pada wawancara Liputan Khusus ambil arah looking room setiap narasumber berbeda ( ke kanan x ke kiri ) agar tidak monoton
Hafalkan dan pahami dasar - dasar fotografi termasuk angle komposisi ukuran soot dan berbagai istilah –istilah broadcasting

Type of Shot di dalam departemen kamera
Nah yang di atas kan tentang gimana megunakan kamera nah yang di bawah ini tentang shot di dalam kamera
ELS : Extra Long Shot (extereme LS, XLS) jarak kamera paling jauh
MLS : Medium Long Shot
LS : Long Shot
Knee, 3/4Shot
CU : Close Up, dari keapala sampai pundak
VCU : Very Close Up (shot wajah) dari atas kepala sampai dagu
MCU : Medium Close Up,
BCU : Big Close Up (tight CU, full kepala), wajah memenuhi layar
ECU : Extreme Close Up (detail shot) pada jarak ini mampu memperlihatkan lebih mendetail vbagian wajah kayak mata, teliga hidung dan yang lain.

Sudut Kamera atau istilah kerenya angle
Suatu sudut pandang kamera terhadap objeknya yang berada dalam frame . secara umum kamera angle dapat di bagi menjadi tiga yakni hight-angle, straight-on angle, serta low-angle
Hight-angle , akan mengakibatkan dampak obyek akan terlihat imperior, tertekan. Objek seolah tertekan,kecil lemah serta terimitidasi.
Straight-on angle kamera melihat obyek dalam frame secara lurus sehinga tampak berimbang dan pas .
Low-angle Pengambilan gambar dengan low angle, posisi kamera lebih rendah dari objek akan mengakibatkan objek lebih superior, dominan, menekan serta kelihatan percaya diri serta kuat .

Pergerakan kamera
Panning di sebut panning karena kamera bergerak menyanping secara mendatar horisontal, baik ke kiri ataupun ke kanan. Dikatakan pan right jika pergerakannya menyamping ke kanan, dan pan left jika bergerak menyamping ke kiri.
Tilting gerakan kamera secara vertikal, baik ke atas ataupun ke bawah di sebut juga tilting . secara prinsip, tilting masih sama dengan paning yakni posisi kamera berada di atas tripod nya di sebut tilt up jika kamera bergerak vertikal ke atas, sedangkan di sebut tilt down jika kamera bergerak ke bawah.

8 komentar:

  1. mantap brother.....
    nice post...

    link balik ypp..!!!
    :D

    BalasHapus
  2. maksudmu dang???????

    BalasHapus
  3. ayOk Surfing nek paCtaN kAng...,,???!!!
    btw,,kuk Mbhas kameramen,,!!?? arep ngrebut pocici q yow..,,???!!!
    kang gambar q kuk digawe..,,???!!!

    BalasHapus
  4. woi jumadi, bahas kamera, pengen punya yow?????

    BalasHapus
  5. waduh - waduh....

    kameramen lg beri kuliah online ni....

    he...

    Dang, kamera yang bagus buat shoot kaya video manten atao apa aja tu kamera apa enaknya??

    BalasHapus
  6. waduwh...CO jenset bersbda... hahahahaha

    BalasHapus
  7. kamera buat shot manten bisa MD 10.000
    TAPI Klo pgen yang keren ya AGDV lah tapi handycam bisa kok.

    BalasHapus