STRUKTUR FILM
SHOT
Shot di pakai sejak mulainya proses perekaman gambar on hinga kamera di hentikan atau di sebut sebagai satu kali take. Shot merupakan satuan terkecil dalam sebuah film . satu adegan bisa berjumlah belasan hinga puluhan shot. Satu shot bisa dapat berdiri dari kurang dari satu detik, berapa menit bahkan jam.
ADEGAN (Scene)
Satu segmen pendek dari dari keseluruan cerita yang memperlihatkan satu aksi berkesinambungan cerita yang diikat oleh ruang, waktu, isi cerita, tema , karakter, atau motif.
SEKUEN(Sequence)
Sekuen adalah satu segmen besar yang memperlihatkan satu rangkaian peristiwa yang utuh. Satu sekuen biasanya terdiri dari beberapa adegan yang saling berhubungan. Alam karya literature sequen bisa diibaratkan seperti sebuah bab atau sekumpulan bab.
SETING ATAU LATAR
DEFINISI
Seting atau latar adalah seluruh latar bersama segala propertinya dalam hal ini adalah semua benda tidak bergerak seperti prabot ,pintu, candela, kursi, lampu dan sebagainya. Biasanya seting yang di gunakan di dalam sebuah adegan film di buat seperti kenyataannya. Jadi sebuah seting harus bisa meyakinkan seluruh penontonya sehinga film terkesan apik dan tertata serta kelihatan seperti aslinya.
JENIS-JENIS SETING
Set studio
Set studio bahwa pengambilan gambar di dalam studio shinga studio harus di set seperti tempat yang ada di dalam sebuah cerita. Sineas Edison dan miloes menyadari bahwa pengambilan gambar di dalam sebuah studio akan mempermudah control prodoksinya terutama berhubungan tentang tata cahaya.
Shot on location
Shot on location adalah produksi film mengunakan lokasi actual yang sesunguhnya. Shot on location belum tentu akan mengambil lokasi yang sama seperti yang ada di dalam sebuah ceritanya dapat pula dengan lokasi yang mirip dengan lokasi yang sesunguhnya.
Set virtual
Pada era moderen tidak ada yang tidak mungkin di dalam sebuah sinema. Tehnologi digital memungkinkan para sineas membangun latar apapun sesuai dengan jalan ceritanya. Seting ini digunakan untuk memanipulasi seting untuk memudahkan produksi film. Seperti adegan di dalam sebuah mobil yang mengunakan layer proyeksi di latar belakangnya.
FUNSI SETING
Penunjuk ruang dan wilayah
Salah satu funsinya adalah untuk menunjukan ruang. Seting yang sempurna adalah seting yang sesuai dengan kontek ceritanya . seting harus bisa meyakinkan penonton dan membawa penonton melihan suatu seting seperti kenyataan. Seperti seting restoran,rumah, perpustakaan, sekolah dan lainya.
Penunjuk waktu
Funsi utamanya adalah seting mampu memberikan informasi waktu, era, ataupun musim sesuai dengan konteks naratifnya. Unsur waktu keseharian seperti siang, malam, siang dan pagi mutlak harus di penuhi untuk menjelaskan kontek ceritanya. Seperti menunjukan masa lampau ataupun masa depan.
Penunjuk setatus social
Dekor seting bersama kostumnya dapat menunjukan setatus sosial para pelaku ceritanya. Seting untuk kalangan atas harus mengunakan kostum yang rapi dan elegan dan mengunakan seting rumah yang mewah dan menunjukan statusnya dan yang pasti kontras dengan seting kalangan bawah yang mengunakan kostum seadanya atau sederhana dan menunjukan rumah yang kecil, sempit dan agak kotor serta gelap.
Pembangun mood
Untuk membagun mood dari penontonya seting biasanya sangat dekat dengan penataan cahaya. Suasana terang biasanya menunjukan formalitas, akrab serta hangat. Suasana seting yang gelap biasanya ciderung bersifat dingin, intim, misteri, serta mencekam.
Penunjuk motif tertentu
Seting dapat memiliki motif atau symbol tertentu sesuai tuntutan cerita film. Seperti suatu seting daerah jepang yang menujukan baju kimono seorang samurai yang megunakan seting latar angin yang berhembus kencang sebagai sibol kemampuan fisik kekuatan sang samurai.
Pendukung aktif adegan
Dalam film-film aksi serta komedi , properti juga dapat berfungsi aktif untuk mendukung aksinya. Misalkan sineas serta actor Charlie caplin dan buster keaton selalu mengunakan benda-benda di sekitarnya untuk menunjang aksi-aksinya.
Senin, 15 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar